Sudah bayar jutaan rupiah. Tapi websitenya tidak jadi-jadi.
Atau jadi — tapi tampilannya berantakan, loadingnya lambat, dan developernya tiba-tiba susah dihubungi.
Ini bukan cerita langka. Banyak pemilik bisnis dan UMKM yang pernah kena pengalaman seperti ini. Bukan karena mereka bodoh. Tapi karena mereka tidak tahu harus cek apa sebelum bayar.
Makanya artikel ini ditulis.
1. Lihat Portofolio, Jangan Cuma Percaya Kata-Katanya
Kalau developer bilang “sudah berpengalaman 5 tahun” tapi tidak bisa tunjukkan satu pun website yang pernah dibuat — itu tanda bahaya.
Portofolio adalah bukti. Bukan janji.
Waktu lihat portofolionya, cek ini:
- Apakah websitenya masih bisa dibuka sekarang?
- Tampilannya rapi di HP atau berantakan?
- Ada nama klien atau bisnis yang bisa dicek langsung?
Kalau portfolionya cuma screenshot, tanya linknya. Website asli tidak sama dengan screenshot yang bisa diedit.
2. Tanya Siapa yang Sebenarnya Mengerjakan
Ini sering dilewatkan.
Banyak yang menawarkan jasa website, tapi sebenarnya mereka hanya perantara — lalu kerjaan aslinya dilempar ke orang lain yang belum tentu kamu kenal.
Tidak ada masalah dengan sistem itu, asal kamu tahu.
Masalahnya kalau ada revisi, ada bug, atau ada masalah di tengah jalan — komunikasi jadi lambat, dan tanggung jawab jadi tidak jelas.
Tanya langsung: “Kamu kerjain sendiri atau ada tim?”
Jawaban jujur lebih baik daripada jawaban yang terdengar profesional tapi tidak transparan.
3. Pastikan Ada Rincian Harga yang Jelas
Harga murah bukan masalah. Harga yang tidak jelas — itu masalah.
Banyak kasus di mana klien bayar harga awal, lalu di tengah jalan muncul biaya tambahan yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Biaya domain, biaya hosting, biaya revisi lebih dari 3 kali, biaya ini, biaya itu.
Sebelum deal, minta rincian tertulis:
- Harga sudah termasuk apa saja?
- Hosting dan domain ditanggung siapa?
- Revisi dibatasi berapa kali?
- Ada biaya maintenance bulanan atau tidak?
Kalau developernya tidak mau kasih rincian ini dengan alasan “nanti dibicarakan” — pikir ulang.
4. Tanya Berapa Lama Pengerjaan dan Minta Deadline Tertulis
“Sebentar lagi selesai” bisa berarti 3 hari atau 3 bulan, tergantung developernya.
Tanpa deadline yang disepakati di awal, kamu tidak punya pegangan apa-apa kalau pekerjaan molor.
Minta timeline yang spesifik:
- Kapan desain selesai untuk di-review?
- Kapan website bisa mulai diuji?
- Kapan estimasi website live?
Kalau developernya tidak bisa kasih estimasi sama sekali, itu artinya mereka sendiri tidak punya sistem kerja yang jelas.
5. Cek Cara Komunikasinya Sejak Pertama
Ini indikator yang sering diremehkan padahal sangat penting.
Cara developer merespons kamu sebelum deal = cara mereka merespons kamu setelah deal.
Kalau sebelum bayar saja chat kamu dibalas 2 hari sekali, atau jawabannya selalu singkat dan tidak jelas — jangan berharap situasinya membaik setelah uang masuk.
Perhatikan:
- Apakah mereka aktif bertanya balik soal kebutuhan kamu?
- Apakah mereka kasih solusi atau cuma bilang “bisa, bisa” ke semua permintaan?
- Apakah mereka njelaskan hal teknis dengan cara yang kamu mengerti?
Developer yang baik tidak hanya bisa coding — mereka bisa diajak bicara.
6. Tanya Soal Hak Akses Website Setelah Selesai
Ini poin yang paling sering jadi sumber konflik di kemudian hari.
Banyak pemilik bisnis yang sudah bayar lunas, tapi tidak dikasih akses penuh ke websitenya sendiri. Password hosting tidak dikasih, file website tidak diserahkan, domain masih di akun developer.
Akibatnya? Kalau kamu mau pindah developer atau ada masalah mendesak, kamu tidak bisa apa-apa tanpa seizin orang yang mungkin sudah tidak bisa dihubungi.
Pastikan dari awal:
- Domain akan didaftarkan atas nama siapa?
- Setelah selesai, kamu dapat akses apa saja?
- File website akan diserahkan atau tidak?
Kalau developernya keberatan dengan pertanyaan ini — itu sinyal yang perlu kamu perhatikan serius.
7. Cari Tahu Apakah Mereka Paham Bisnis Kamu, Bukan Cuma Teknisnya
Website bukan sekadar tampilan. Website adalah alat bisnis.
Developer yang bagus akan tanya lebih dari sekadar “mau warna apa” atau “mau berapa halaman”. Mereka akan tanya:
- Siapa target pengunjung website kamu?
- Kamu mau pengunjung lakukan apa setelah buka website?
- Ada produk atau layanan yang perlu ditonjolkan?
Kalau sejak awal developer tidak tanya soal bisnis kamu sama sekali — kemungkinan besar mereka akan bikin website yang terlihat oke secara visual, tapi tidak membantu kamu secara nyata.
Website yang bagus bukan yang paling banyak animasinya. Tapi yang paling membantu pengunjung untuk ambil keputusan.
Ketujuh hal ini bukan untuk bikin kamu parno atau tidak percaya siapa-siapa. Tapi kalau kamu punya budget, punya bisnis yang perlu dibantu, dan punya waktu yang tidak bisa dibuang — kamu berhak tahu apa yang sedang kamu bayar.
Sebelum deal, screenshot artikel ini dan jadikan checklist. Kalau developer kamu bisa jawab semua poinnya dengan jelas dan jujur, kamu sudah selangkah lebih aman dari kebanyakan orang yang langsung transfer tanpa tanya apa-apa.
Baca Juga: Website Bukan Sekadar Online, Tapi Mesin Uang yang Sering Diremehkan









Leave a Comment