Kalau kita bicara tentang komunikasi, banyak orang langsung mikir: “Oh, itu soal ngomong.” Padahal, komunikasi nggak melulu tentang kata-kata yang keluar dari mulut.
Kadang, diam aja bisa jadi pesan. Tatapan mata, ekspresi wajah, atau bahkan cara kita berdiri semuanya bisa “berbicara”.
Nah, biar lebih paham, kita bahas dua jenis utama komunikasi yang paling sering dipakai manusia: komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
Apa Itu Komunikasi Verbal?
Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan kata-kata baik lisan maupun tulisan untuk menyampaikan pesan.
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi verbal paling sering kita gunakan tanpa sadar. Mulai dari ngobrol dengan teman, kirim pesan, sampai presentasi di depan tim kerja.
Ciri-cirinya:
- Menggunakan bahasa yang bisa dimengerti bersama.
- Pesannya bisa langsung dipahami lewat kalimat.
- Dapat disampaikan secara lisan (berbicara langsung, telepon, video call) atau tulisan (chat, email, surat, caption media sosial).
Contoh Komunikasi Verbal Lisan:
- Guru menjelaskan pelajaran di kelas.
- Karyawan melaporkan hasil kerja ke atasannya.
- Teman ngobrol santai di kafe.
- Penjual menawarkan produk ke calon pembeli.
Contoh Komunikasi Verbal Tertulis:
- Kirim email ke klien.
- Membuat caption Instagram.
- Menulis artikel blog.
- Mengirim pesan WhatsApp ke rekan kerja.
Kelebihan komunikasi verbal adalah langsung dan jelas, apalagi kalau dilakukan tatap muka. Tapi kekurangannya, kadang bisa salah tafsir kalau nada bicara atau pilihan katanya nggak tepat.
Apa Itu Komunikasi Nonverbal?
Sementara itu, komunikasi nonverbal adalah cara menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata.
Artinya, yang berbicara di sini adalah tubuh, ekspresi, atau simbol.
Pernah nggak sih, kamu merasa tahu perasaan seseorang tanpa mereka ngomong apa pun?
Misalnya temanmu lagi murung meski dia bilang “nggak apa-apa”, kamu tahu sebenarnya ada yang salah.
Nah, itu karena kamu menangkap sinyal nonverbal.
Ciri-cirinya:
- Mengandalkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, gerakan tangan, postur, atau kontak mata.
- Bersifat spontan dan kadang lebih jujur daripada kata-kata.
- Bisa memperkuat, memperjelas, atau bahkan bertentangan dengan komunikasi verbal.
Baca juga : Apa Itu Komunikasi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Komunikasi Nonverbal:
- Ekspresi wajah: Senyum menandakan keramahan, dahi berkerut bisa menandakan kebingungan.
- Gestur tangan: Jempol ke atas untuk “oke”, melambaikan tangan untuk menyapa.
- Kontak mata: Tatapan intens bisa menandakan perhatian atau ketertarikan.
- Nada suara: Suara tinggi bisa menandakan marah, suara pelan bisa menandakan ragu.
- Postur tubuh: Berdiri tegak memberi kesan percaya diri, menunduk bisa menunjukkan malu atau sedih.
- Penampilan: Cara berpakaian juga bisa menyampaikan pesan — profesional, santai, atau bahkan rebel.
- Jarak dan ruang pribadi (proksemik): Cara kita menjaga jarak dengan orang lain bisa menunjukkan tingkat keakraban atau rasa hormat.
Hubungan antara Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Meski berbeda, dua jenis komunikasi ini nggak bisa dipisahkan. Dalam situasi nyata, keduanya saling melengkapi.
Contoh:
- Saat kamu berkata, “Aku baik-baik aja,” tapi wajahmu murung lawan bicara mungkin lebih percaya pada ekspresimu (nonverbal) daripada kata-katamu (verbal).
- Ketika seorang pembicara di seminar menggunakan intonasi dinamis dan gestur tangan, pesannya akan terasa lebih hidup dan mudah dipahami.
Artinya, komunikasi verbal memberi **isi pesan**, sementara komunikasi nonverbal memberi emosi dan makna tambahan di balik pesan itu.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Komunikasi Nonverbal
Banyak miskomunikasi terjadi bukan karena salah kata, tapi karena bahasa tubuh yang nggak selaras dengan ucapan.
Contohnya:
- Mengatakan “saya terbuka menerima kritik” tapi menyilangkan tangan (tanda defensif).
- Menyapa dengan senyum tipis tanpa kontak mata (terkesan tidak tulus).
- Mengangguk sambil menatap ke arah lain (terlihat tidak fokus).
Makanya, penting banget buat memastikan bahasa tubuh kita sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.
Kalau kamu ingin terlihat yakin, tunjukkan lewat postur dan ekspresi, bukan cuma kata.
Pentingnya Memahami Kedua Jenis Komunikasi Ini
Dalam dunia profesional maupun kehidupan sosial, kemampuan mengelola komunikasi verbal dan nonverbal bisa jadi pembeda antara “sekadar bisa ngomong” dan “benar-benar bisa berkomunikasi”.
Beberapa manfaatnya:
1. Meningkatkan kepercayaan diri. Kamu tahu kapan harus bicara dan bagaimana menyampaikan pesan dengan tepat.
2. Mencegah kesalahpahaman. Karena kamu sadar bahwa bahasa tubuh juga punya makna.
3. Membangun hubungan yang lebih kuat. Komunikasi yang hangat dan terbuka bikin lawan bicara merasa dihargai.
4. Memperkuat personal branding. Gaya bicara dan gestur yang konsisten mencerminkan karakter profesional.
Baca juga : model model komunikasi menurut para ahli
Komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua sisi mata uang yang sama keduanya membentuk cara kita berinteraksi dan dipahami oleh orang lain.
Kata-kata bisa menyampaikan pesan, tapi bahasa tubuh yang jujur sering kali menjadi bukti sebenarnya dari apa yang kita rasakan.
Jadi, kalau mau jadi komunikator yang efektif, jangan cuma fokus pada apa yang kamu katakan, tapi juga bagaimana kamu mengatakannya.
Itulah seni komunikasi bukan sekadar berbicara, tapi menghubungkan hati dan pikiran.








Leave a Comment