aqiqah Keluarga Indonesia

Mengenal Hari Keluarga dan Melaksanakan Aqiqah Keluarga Indonesia

Aqiqah keluarga Indonesia menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas kelahiran sang buah hati setelah 9 bulan lamanya berada di rahim. Kelak buah hati tersebut diharapkan bisa menjadi penerus garis keturunan sholeh & sholehah bagi keluarga.

Meski demikian, masih banyak orang bertanya-tanya mengenai kewajiban untuk melakukan aqiqah keluarga. Pasalnya dalam tradisi umat Islam, maka kelahiran seorang buah hati dalam suatu keluarga akan di rayakan dengan acara aqiqah yang di laksanakan pada hari ketujuh setelah lahir.

Adapun tujuan dari acara ini sendiri adalah mengungkapkan rasa bahagia dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Upacara ini juga akan di lakukan dengan proses berupa penyembelihan hewan ternak seperti kambing kemudian di bagikan kepada keluarga maupun tetangga.

Pentingnya Melakukan Aqiqah Keluarga Indonesia Sebagai Rasa Syukur

Sering kali kita ketahui bahwa setiap tanggal 29 Juni adalah hari di tetapkannya Harganas alias Hari Keluarga Nasional. Tujuan dari terbentuknya Harganas ini adalah sebagai peringatan kepada masyarakat akan pentingnya keluarga.

Pasalnya membentuk keluarga berkualitas juga akan memiliki ketahanan terhadap segala macam tantangan dan keluarga adalah inti dari ketahanan nasional. Bahkan pada saat tanggal 29 Juni 2022 kemarin, Aqiqah Nurul Hayat pun juga ikut serta dalam memeriahkan hari peringatan itu.

Aqiqah Nurul Hayat sendiri merupakan pelopor aqiqah yang telah berdiri sejak 2003 dan menjadi salah satu unit usaha dari pondok pesantren Nurul Hayat.

Mengenal Sejarah Hari Keluarga

Pada tahun 1992 silam seorang presiden RI yang ke-2 yaitu bapak Soeharto telah menetapkan bahwa tanggal 29 Juni merupakan Hari Keluarga Nasional. Nah, Pertama kalinya Hari Keluarga Nasional itu di lakukan oleh presiden RI ke-2 itu pada 29 Juni 1993 di Lampung.

Sedangkan tokoh pertama yang menggagas peringatan hari itu adalah prof Dr. Haryono Suyono sekaligus merupakan ketua BKKBN era Soeharto. Nah, peringatan itu bertujuan agar selalu mengingatkan kepada masyarakat pentingnya peran keluarga dalam kesatuan bangsa.

Sampai saat ini pelaksanaan aqiqah keluarga Indonesia dan Hari Keluarga ini juga masih terus di gelar di negara tersebut. Kurang lebih selama 20 tahun lamanya hadir di tengah-tengah keluarga Indonesia.

Baca juga : Pengertian aqiqah

Apa Itu Aqiqah?

Sering kali kita ketahui bahwa dalam Islam sendiri ada banyak proses atau kegiatan yang bisa di lakukan dalam menjemput rezeki halal. Bahkan agar bisa menambah tabungan pahala, salah satu caranya adalah dengan mengadakan acara aqiqah seorang anak yang baru lahir.

Dalam Islam, aqiqah merupakan sarana merayakan suatu kelahiran anak dan sarana untuk memotong hal-hal buruk lainnya. Tentunya dalam agama Islam sendiri juga masih ada banyak orang bertanya, tentang kewajiban proses aqiqah untuk keluarga jika di karuniai buah hati.

Sebab dalam ajaran Islam bahwa proses aqiqah ini sebenarnya tidak di wajibkan sebab hanya berupa ibadah sunnah saja. Itu artinya kita boleh melakukan maupun tidak melakukan.

Meski demikian, hal ini rupanya sangat di sarankan agar dilakukan supaya kebahagiaan dalam menyambut buah hati semakin lebih sempurna lagi. Karena juga ada sebuah hadits dari Abu Dawud menyebutkan, bahwa setiap anak akan bergantung dari aqiqahnya.

aqiqah hukum

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah keluarga Indonesia ini sebenarnya ajaran rasulullah SAW dan jika di lihat dari hukumnya maka wajib dan sunnah. Nah, agar pembagian ini juga berdasarkan terhadap dalil-dalil dan tafsir yang udah di tetapkan oleh para ulama.

Secara sunnah, maka hukum kegiatan aqiqah ini adalah sunnah muakkad maupun sunnah yang harus menjadi hal utama agar di laksanakan. Itu artinya jika seorang muslim mampu atau dapat melaksanakannya, maka ia di anjurkan supaya melakukan aqiqah keluarga untuk anaknya tersebut.

Namun bagi orang-orang yang kurang mampu, maka pelaksanaan proses aqiqah itu bisa di tiadakan alias tidak melakukan karena tidak memiliki dana. Sedangkan secara wajib menurut hadits riwayat Ahmad bahwa aqiqah ini wajib dilakukan.

Nah dengan berpatokan terhadap hadits tersebut, maka para ulama telah menafsirkan bahwasannya seorang anak tidak bisa memberi syafaat terhadap orang tuanya jika belum di aqiqah. Namun pendapat ini juga masih kalah bahwa aqiqah adalah sunnah sehingga juga di tolak oleh sejumlah ulama.

Keutamaan Melaksanakan Aqiqah

Mengenal aqiqah keluarga Indonesia adalah hal penting bagi umat muslim pada umumnya. Pada dasarnya kelahiran seorang anak baik perempuan maupun laki-laki adalah rezeki dalam keluarga.

Baca juga : Tujuan Aqiqah Sebenarnya

Selain itu, setiap anak pastinya juga akan membawa rezekinya sendiri-sendiri, suatu saat bisa menjadi rezeki dalam keluarga tersebut. Alih-alih melaksanakan tasyakuran secara adat seperti aqiqah ini, maka sebagai bentuk dalam menunaikan sunah Rasul.

Selanjutnya pelaksanaan aqiqah ini adalah suatu bentuk atas pendekatan  kepada sang Maha Pencipta alam semesta ini. Tidak hanya itu saja, melainkan juga sekaligus menjadi wujud syukur atas karunia-Nya yang sudah di berikan oleh-Nya berupa anak.

Harapannya kelak, anak tersebut bisa menjadi umat Rasulullah SAW yang shalih dan shalihah. Bahkan aqiqah juga merupakan salah satu cara untuk mengabarkan bahwa ada kelahiran seorang anak pada lingkungan sekitar dan menjadi sarana agar tetap menjalin persaudaraan dan tali kekeluargaan.

Pelaksanaan Aqiqah Menurut Syariat Islam

Dalam pelaksanaan aqiqah keluarga Indonesia, maka aqiqah ini merupakan ibadah sunnah muakad dan menjadi bentuk wujud syukur kepada Allah SWT. Pelaksanaan aqiqah ini juga akan dilakukan dengan cara menyembelih hewan kurban berupa kambing pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

Biasanya pelaksanaan prosesi aqiqah ini juga akan dibersamai dengan pemberian nama anak hingga mencukur rambut bayi tersebut. Tidak hanya itu saja, melainkan dalam acara tersebut juga akan memberikan doa untuk keselamatan sang buah hati tercinta pula.

Hal tersebut sudah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR Ashabussunah Imam Ahmad dan Tirmidzi. Selain itu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan oleh orang muslim, mulai dari jumlah hewan, cara penyembelihan, sampai pengolahan daging tersebut.

Nah, bagi bayi laki-laki maka di sunahkan untuk menyembelih 2 ekor kambing, sedangkan jika anak perempuan maka cukup satu ekor kambing. Seluruh rangkaian acara itu harus segera dilaksanakan sesuai syariat Islam dan dengan niat untuk ditujukan kepada Allah SWT.

Jika sudah, kemudian daging aqiqah yang sudah dimasak akan langsung dibagi-bagikan kepada keluarga dan tetangga sekitar rumah. Namun daging aqiqah ini juga sangat variatif, bisa berupa sate, gulai, hingga tongseng.

aqiqah memilih hewan

Syarat Memilih Hewan

Tata cara pelaksanaan aqiqah keluarga Indonesia, maka agama Islam menganjurkan hewan aqiqah untuk segera disembelih. Hewan dengan kriteria yang serupa dengan hewan kurban seperti domba dan kambing yang sehat adalah pilihan terbaik untuk melaksanakan aqiqah keluarga.

Baca juga :Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Sementara itu untuk usia hewan ternak yang hendak disembelih itu juga tidak boleh kurang dari setengah tahun. Sehingga dalam pemilihan hewan ternak baik domba atau kambing juga harus tepat dan sesuai.

Anjuran Waktu untuk Melakukan Proses Aqiqah

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, bahwa pelaksanaan aqiqah yang paling baik waktunya adalah pada hari ketujuh setelah anak tersebut lahir. Akan tetapi apabila ada halangan sesuatu lain, maka proses aqiqah ini bisa dilakukan pada hari ke-14 maupun hari ke-21 setelah kelahiran anak.

Akan tetapi apabila seseorang tersebut sedang berada dalam kondisi ekonomis yang tak memungkinkan, maka kewajiban untuk melakukan aqiqah keluarga pun juga gugur. Hal ini karena jika benar-benar tidak mampu, maka seorang muslim dibolehkan supaya meninggalkan prosesi aqiqah tersebut alias tidak melaksanakannya saja.

Membagi-bagikan Daging Aqiqah

Dalam tata cara proses aqiqah keluarga Indonesia ini maka daging aqiqah yang telah disembelih maka bisa dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Akan tetapi ada beberapa perbedaan antara hasil dari daging kurban dan aqiqah.

Dalam bentuk pembagiannya sendiri, maka daging aqiqah harus di berikan dalam keadaan sudah siap saji atau matang. Tidak boleh dalam kondisi masih mentah alias belum di masak layaknya daging kurban saat Idul Adha itu.

Selanjutnya bagi orang yang memiliki hajat maupun keluarganya juga di sunnahkan agar mengkonsumsi daging aqiqah tersebut. Kemudian untuk sepertiga daging lainnya itu bisa di berikan kepada fakir miskin maupun tetangga sekitar.

Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Akan ada banyak hikmah maupun keutamaan yang bisa di petik dari kegiatan pelaksanaan ibadah aqiqah seperti ini. Salah satunya bahwa aqiqah ini dapat membantu dalam mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya berupa kelahiran anak.

Karena anak tersebut nantinya di harapkan bisa menjadi penerus bangsa yang sholeh sholehah bagi keluarganya. Selain itu melaksanakan kegiatan aqiqah ini juga berarti meneladani dan mengikuti sunnah dari Rasulullah SAW.

Aqiqah menjadi momen untuk berbagi kepada sesama serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Aqiqah merupakan bentuk perasaan gembira serta upaya dalam memberikan suatu kegembiraan kepada orang lain.

Melaksanakan proses aqiqah keluarga Indonesia seperti ini adalah suatu kewajiban bagi orang yang mampu. Namun boleh di laksanakan dan boleh juga untuk tidak di laksanakan.

Baca juga : Sejarah Aqiqah 

aqiqah

 

Aqiqah keluarga indonesia, ya jelas Nurul hayat pilihanya

Banyak hikmah yang di dapatkan setelah melakukan aqiqah, namun melaksanakanya juga harus dengan perusahaan yang tepat, aqiqah nurul hayat telah melayani prosesi aqiqah keluarga di Indonesia dari masyarakat sampai artis terkenal. dengan kualitas terjamin super mantap. berpengalaman, tentunya bersertifikat dari dinkes dan mui. pelaksanaan memiliki standrat terbaik dan seuai syariat islam.

Apa Saja Persiapan Saat Mau Melaksanakan Aqiqah?

Bagi Anda yang kini sedang merencanakan untuk melaksanakan aqiqah, dan masih bingung bagaimana caranya, maka jangan panik! Karena ini juga menjadi acara yang lumayan besar, maka akan melibatkan banyak orang untuk membantu segala persiapannya.

Langkah pertama Anda bisa melakukan dengan merencanakan anggaran terlebih dahulu sebelum melaksanakannya. Sehingga Anda dapat melakukan perencanaan keuangan dengan cara membuat jadwal penyelenggaraan aqiqah tersebut.

Dalam artian, Anda bisa perhitungan dengan melalui perkiraan hari kelahiran sang buah hati tercinta. Anda juga dapat memilih proses wajib yang harus di laksanakan, tak perlu mewah, cukup susun sesuai rencana dan seefisien mungkin sesuai syariat.

Selanjutnya Anda juga bisa memilih waktu terbaik dan paling sesuai anjuran adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran seorang anak. Meski demikian, Anda juga bisa memilih hari lainnya selama sang anak tersebut belum melewati masa baligh-nya.

Baca juga : Hukum Melaksanakan Aqiqah

aqiqah

Sangat penting bagi Anda memilih ketepatan waktu, sebab hal ini akan membantu Anda untuk mengatur semuanya dengan baik sesuai rencana. Sehingga dengan pemilihan waktu seperti ini maka akan memudahkan Anda mengatur jadwal dan tamu yang akan di undang dalam acara tersebut.

Aqiqah keluarga Indonesia  dan peringatan hari Keluarga juga merupakan hal penting untuk dilaksanakan bagi seorang muslim. Jadi untuk menyambut kelahiran bayi, maka Anda juga sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak terburu-buru saat akan melaksanakan aqiqah untuk ke depannya. Jika ingin mengikuti lomba ini bisa mencari info di website Casa kreatif, baca syarat dan ketentuanya, ikuti keseruan lombanya !

Wiaam Rifqi Abror

yang dapat menggapainya adalah si bodo yang terus berjalan

Recent Post