Kalau kamu perhatikan, hampir setiap detik dalam hidup kita tuh nggak pernah lepas dari komunikasi. Mulai dari bangun tidur, buka chat, scroll media sosial, sampai ngobrol di kantor atau kampus, semuanya butuh komunikasi. Tapi, seberapa sering sih kita benar-benar paham “apa fungsi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari“?
Kebanyakan orang menganggap komunikasi cuma soal ngomong dan didengar. Padahal, komunikasi jauh lebih luas dari itu.
Ia adalah jembatan yang menghubungkan pikiran, emosi, dan tindakan antar manusia. Dan tanpa jembatan ini, dunia bakal kacau karena nggak ada yang saling ngerti.
1. Komunikasi Sebagai Alat untuk Memahami dan Dipahami
Fungsi paling dasar dari komunikasi adalah untuk saling memahami. Lewat komunikasi, kita bisa menyampaikan apa yang kita pikirkan, rasakan, dan inginkan.
Misalnya, saat kamu bilang ke teman “aku lagi capek banget,” itu bukan sekadar kata-kata, tapi bentuk komunikasi emosional yang menunjukkan kondisi kamu.
Begitu juga sebaliknya, dengan mendengar respon orang lain, kita belajar memahami sudut pandang mereka. Jadi, komunikasi itu bukan cuma tentang “aku ngomong kamu dengerin,” tapi juga soal membangun koneksi dua arah.
2. Komunikasi Membentuk Hubungan Sosial
Coba bayangkan kalau dalam sehari kamu nggak ngomong sama siapa pun. Rasanya aneh, kan? Karena manusia pada dasarnya makhluk sosial.
Kita butuh berinteraksi, saling sapa, dan terhubung. Nah, di sinilah fungsi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari jadi penting: ia memperkuat relasi.
Baik di rumah, sekolah, kantor, atau lingkungan sosial lainnya hubungan yang sehat dibangun lewat komunikasi yang terbuka.
Misalnya, dalam keluarga, komunikasi yang baik bikin anggota keluarga lebih kompak dan saling mengerti. Sedangkan di tempat kerja, komunikasi yang efektif bikin kerja tim lebih efisien dan minim salah paham.
Baca juga : Apa Itu Komunikasi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
3. Komunikasi Sebagai Sarana Penyampaian Informasi
Salah satu fungsi utama komunikasi adalah menyampaikan informasi. Dari berita di TV, pesan di WhatsApp, hingga pengumuman di sekolah semuanya bentuk komunikasi informatif.
Di dunia digital sekarang, fungsi ini makin terasa. Setiap konten yang kita buat, baik itu postingan Instagram, video TikTok, atau artikel blog, sebenarnya adalah bentuk komunikasi. Bedanya, medianya aja yang berubah.
Bagi digital marketer, memahami fungsi komunikasi ini penting banget. Karena strategi marketing yang efektif selalu berawal dari komunikasi yang tepat tahu siapa audiensnya, apa kebutuhannya, dan bagaimana cara menyampaikannya.
4. Komunikasi Sebagai Alat Pengaruh dan Persuasi
Komunikasi nggak cuma buat ngobrol atau ngasih tahu sesuatu, tapi juga untuk memengaruhi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering banget secara nggak sadar melakukan komunikasi persuasif misalnya saat kamu meyakinkan teman buat nongkrong, atau saat seorang pemimpin tim memberi motivasi ke anggotanya.
Di dunia profesional, fungsi ini berkembang lebih jauh. Komunikasi jadi alat utama dalam negosiasi bisnis, kampanye politik, hingga branding produk. Semua bertujuan sama: menggerakkan orang lain untuk bertindak.
5. Komunikasi Sebagai Media Ekspresi Diri
Pernah merasa lebih lega setelah curhat? Nah, itu salah satu bukti bahwa komunikasi juga berfungsi sebagai media ekspresi diri. Lewat kata, tulisan, atau bahkan gestur, kita bisa menyalurkan emosi dan identitas.
Misalnya, seseorang yang aktif bikin konten di media sosial sebenarnya sedang berkomunikasi dengan dunia luar menyampaikan pandangan, nilai, dan gaya hidupnya. Dari sini, terbentuk personal branding yang bisa memengaruhi bagaimana orang lain menilai dirinya.
6. Komunikasi Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan
Setiap keputusan besar atau kecil biasanya diawali dengan komunikasi. Baik itu diskusi keluarga soal liburan, rapat kerja soal strategi, atau bahkan obrolan sederhana tentang rencana weekend.
Komunikasi membuka ruang untuk bertukar pendapat, menimbang pilihan, dan akhirnya menentukan langkah terbaik. Tanpa komunikasi, keputusan bisa jadi bias, karena nggak melibatkan perspektif orang lain.
7. Komunikasi Menjaga Keseimbangan Sosial
Dalam konteks sosial yang lebih luas, komunikasi berperan menjaga harmoni antar individu dan kelompok. Ketika terjadi konflik, komunikasi yang baik bisa jadi jalan damai. Sebaliknya, miskomunikasi bisa memicu kesalahpahaman.
Makanya, kemampuan berkomunikasi dengan empati jadi skill yang penting banget di era sekarang. Apalagi di dunia digital, di mana semua orang bisa berpendapat bebas. Kalau nggak punya kesadaran komunikasi yang sehat, diskusi bisa berubah jadi debat kusir.
Jadi, dari semua penjelasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa fungsi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari bukan cuma soal bicara dan mendengar.
Tapi tentang bagaimana kita memahami, membangun hubungan, berbagi informasi, memengaruhi, mengekspresikan diri, mengambil keputusan, dan menjaga keseimbangan sosial.
Dan buat kamu yang pengin memperdalam pemahaman soal komunikasi di era digital, aku udah tulis juga artikel terkait di blog ini biar kamu bisa belajar nggak cuma “cara ngomong,” tapi juga “cara menyampaikan pesan yang tepat.”
Karena pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang paling banyak bicara, tapi siapa yang paling bisa dipahami.








Leave a Comment