kalau sudah Sampai sini sudah pasti paham kan, tentang mindset dan toolset ? Kalau iya, berarti kamu sudah ngerti bahwa dalam digital marketing ada tiga pondasi utama, mindset, tools set, dan skillset. Setelah sebelumnya kita bahas mindset dan tools set, sekarang waktunya masuk ke faktor terakhir yaitu skillset.
Buatku, skillset ini jadi poin paling penting. Kenapa? Karena punya pemikiran (mindset) dan alat (tools set) aja nggak cukup. Kalau kamu nggak tahu cara menjalankannya, semua teori dan tools itu cuma akan jadi tumpukan pengetahuan yang nggak menghasilkan apa-apa.
Apa sih, Skillset dalam Digital Marketing?
Skillset bisa dibilang sebagai kemampuan teknis sekaligus strategi untuk menjalankan digital marketing.
Ibarat kamu punya mobil (tools), sudah paham aturan lalu lintas (mindset), tapi kalau nggak bisa nyetir (skillset), ya mobil itu tetap nggak akan jalan.
Skillset adalah keterampilan nyata yang bikin semua strategi dan tools bisa dioperasikan dengan efektif.
Skillset Harus Sesuai Kondisi Perusahaan
Nah, ini poin yang sering dilupakan. Skillset yang dibutuhkan nggak selalu sama, karena sangat bergantung pada kondisi perusahaan.
Baca juga lebih mendalam tentang Branding, Marketing, Selling.
Contohnya gini:
Kalau perusahaan butuh cashflow cepat, maka skill yang wajib dikuasai biasanya ada di ranah iklan berbayar (paid ads), email marketing, atau WhatsApp marketing. Kenapa? Karena ini bisa langsung diukur dari awal budgeting hingga evaluasi hasil. Kamu tahu berapa uang yang keluar, dan berapa revenue yang masuk.
Kalau perusahaan punya target jangka panjang dan ingin membangun brand kuat, berarti yang harus diasah lebih ke arah SEO, content marketing, social media management, dan storytelling. Hasilnya memang nggak instan, tapi dampaknya bisa jauh lebih sustainable.
Jadi, sebelum menentukan skillset mana yang harus dipelajari, pahami dulu kebutuhan dan tujuan perusahaan.
Skillset yang Wajib Dikuasai Digital Marketer
Sekarang aku coba rangkum beberapa skillset yang menurutku penting dalam digital marketing.
1. Content Creation & Storytelling
Konten adalah jantung digital marketing. Skill membuat konten yang menarik, baik berupa tulisan, gambar, maupun video, adalah kemampuan dasar.
Storytelling bikin pesanmu lebih mudah dipahami dan terasa dekat dengan audiens.
2. SEO (Search Engine Optimization)
Skill SEO bikin website atau kontenmu lebih mudah ditemukan di Google.
Kalau kamu paham cara riset keyword, optimasi on-page, off-page, dan teknis SEO, itu bisa jadi investasi jangka panjang untuk brand.
3. Paid Advertising (Facebook Ads, Google Ads, TikTok Ads)
Kalau butuh hasil cepat, skill ini wajib. Paid ads bikin kamu bisa menarget audiens secara spesifik dan mengukur hasil dengan jelas.
Tapi ingat, skill di sini bukan sekadar “bisa pasang iklan”, tapi juga paham strategi, funnel, dan copywriting yang tepat.
4. Email Marketing & CRM
Skillset ini penting banget buat nurturing customer. Dengan email dan CRM (Customer Relationship Management), kamu bisa menjaga hubungan jangka panjang dan meningkatkan repeat order.
5. Data Analysis
Digital marketing tanpa data itu kayak jalan di hutan tanpa kompas. Skill membaca data dari Google Analytics, Facebook Ads Manager, atau CRM software penting banget. Karena dari data lah kamu bisa tahu mana strategi yang berhasil dan mana yang harus diperbaiki.
6. Social Media Management
Nggak cuma bikin konten, tapi juga tahu cara mengelola engagement, membangun komunitas, dan memahami algoritma platform.
Skill ini relevan banget, terutama di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya aktif di sosial media.
7. Copywriting & Persuasive Communication
Skill menulis yang bisa memengaruhi audiens adalah senjata utama. Mau itu di iklan, email, landing page, atau caption media sosial semua butuh copywriting yang kuat.
Fokus atau Kuasai Semua?
Pertanyaan klasik yang sering aku terima adalah:
“Apakah digital marketer harus menguasai semua skillset ini?”
Jawabannya: tidak.
Nggak mungkin kamu jago di semua bidang sekaligus. Tapi minimal, kamu harus punya general knowledge di semua skillset, lalu fokus mendalami 1–2 skill utama sesuai tujuan perusahaan.
Misalnya, kalau kamu kerja di startup yang butuh growth cepat, paid ads dan data analysis mungkin jadi fokus utama. Tapi kalau kamu bangun brand personal, content creation dan storytelling bisa jadi prioritas.
baca juga artikel yang sudah saya tulis yaitu Tools Set dalam Fundamental Digital Marketing
Skillset Itu Harus Terus Berkembang
Satu hal yang penting diingat, digital marketing itu dinamis. Tools bisa berubah, algoritma bisa update, tren audiens juga bergeser.
Makanya skillset nggak bisa berhenti belajar.
Aku sendiri merasakan, skill yang relevan 3–4 tahun lalu kadang udah nggak terlalu efektif sekarang. Jadi kuncinya adalah adaptasi dan konsistensi upgrade skill.
Jadi, skillset dalam fundamental digital marketing adalah kemampuan nyata untuk menjalankan strategi.
Kalau mindset adalah arah, tools set adalah peralatan, maka skillset adalah tenaga penggeraknya. Tanpa skill, semua teori dan tools hanya akan jadi pajangan.
Baca juga : Fundamental Digital Marketing yang Sebenarnya!
Ingat, skillset yang kamu butuhkan harus menyesuaikan dengan kondisi perusahaan. Kalau butuh cashflow cepat, fokus ke paid ads, email marketing, dan WhatsApp marketing. Kalau ingin brand jangka panjang, kuasai SEO, content marketing, dan storytelling.
Akhirnya, digital marketing itu bukan cuma soal apa yang kamu tahu, tapi juga apa yang bisa kamu lakukan.









Leave a Comment